By | April 21, 2020

Harga minyak dunia alami kemerosotan. Diawalnya bulan Maret 2020 berlangsung perselisihan minyak di antara negara OPEC serta non OPEC hingga mengakibatkan tanda-tanda oversupply yang selanjutnya menyebabkan turunnya harga minyak dunia yang tajam diawalnya bulan maret 2020.

Insiden ini bertepatan adanya epidemic COVID-19 yang mulai menyebar semenjak awal tahun 2020.

Pada awal bulan April terjadi perundingan OPEC+ berkaitan produksi minyak dunia hubungannya dengan epidemi COVID-19 yang sudah setuju untuk memangkas produksi minyak dunia sebesar 9, 7 juta barel /hari pada bulan Mei serta Juni 2020 serta tidak tutup peluang dapat diperpanjang.

Akan tetapi hasil perundingan itu belum juga memberikan dampak perkembangan harga minyak sebab permintaan yang turun karena epidemi COVID-19 yang mengakibatkan banyak negara mengaplikasikan kebijaksanaan lockdown dan ada efek dari melemahnya perekonomian global.

Pengurangan harga minyak yang berlangsung belum juga dirasa efeknya oleh Indonesia dalam ini pengurangan harga BBM. Lalu apa tanggapan pemerintah?

1. Pemerintah masih menyimak serta menilai perubahan harga minyak

Pengurangan Harga BBM

Kepala Biro Komunikasi, Service Info Publik serta Kerja Sama Kementerian Energi serta Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi menjelaskan, pemerintah terus menyimak perubahan global itu, sekaligus juga memperhitungkan keadaan energi di negeri.

“Berkaitan harga BBM, sekarang Pemerintah masih menyimak serta menilai berkaitan perubahan harga minyak, termasuk juga gagasan pemangkasan produksi minyak OPEC+ mulai bulan depan, ” katanya dalam info tercatat, Selasa (21/4).

2. Pemerintah memperhitungkan unsur dari pelemahan kurs rupiah serta mengonsumsi BBM yang turun

Agung memberikan tambahan, pemerintah memperhitungkan pelemahan kurs rupiah yang melemah serta mengonsumsi BBM yang alami pengurangan relevan.

“Serta di sejumlah kota seperti Jakarta pengurangan sampai 50 %. Pemerintah memantau perubahan ini yang mana awalnya sudah 2 kali dilaksanakan pengurangan harga BBM JBU (pertamax cs) pada awal tahun 2020, ” papar Agung.

Agung mengklaim jika sekarang harga BBM Indonesia masih adalah salah satunya yang paling murah di Asia Tenggara serta beberapa negara di dunia yang lain.

“Sejauh ini Pemerintah memberikan dukungan penyediaan bantuan dan kompensasi harga BBM dengan jumlah yang semakin bertambah yang dikarenakan harga minyak yang tinggi dibanding harga jual BBM dalam negeri, ” tegasnya.

Baca Juga : Harga Tinggi, Stock Gula di Jawa barat Masih Susah Dicari di Pasaran

3. Pertama-tama alam riwayat, harga minyak turun di bawah 0 dolar AS

Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) , West Texas Intermediate (WTI) turun di bawah 0 dolar AS di akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) untuk kali pertamanya dalam riwayat.

Dikutip dari Di antara, harga minyak WTI untuk pengiriman Mei turun US$55, 9 atau lebih dari 305 %, jadi tinggal di -37, 63 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sesudah sentuh titik paling rendah selama hidup -40, 32 dolar AS per barel.

Keruntuhan harga minyak AS WTI ini berlangsung sebab kelebihan suplai yang dikarenakan oleh virus corona. Beberapa pedagang yang putus harapan bayar untuk singkirkan minyak yang kontraknya akan usai Selasa.