By | March 25, 2020

Ditengah-tengah kecemasan warga akan pademi virus corona baru (COVID-19), masyarakat masih tetap susah untuk cari keperluan gula di pasar. Walau barang ada, pendagang menjualnya pada harga tinggi dengan fakta stock tipis.

Jadi salah satunya keperluan harian, gula pasir memang tidak lepas dari penggunaan warga. Sayangnya keadaan kelangkaan gula pasir terjadi dalam beberapa minggu ke belakang.

Setia, salah satunya customer, menjelaskan, ia mulai kesusahan cari gula pasir di supermarket. Walau sebenarnya ia menyengaja untuk belanja ke supermarket sebab berpikir harga dapat tambah murah daripada di warung kecil.

“Cocok saya hadir malam nyatanya tidak ada. petugas yang menjaga barusan ucap gula pasir sempat ada saat pagi hari tetapi langsung habis dibeli serta siang juga ludes,” tutur Setia pada IDN Times, Sabtu (21/3).

1. Harga dapat sampai Rp20 ribu per kg

Setia juga selanjutnya coba cari gula pasir di warung kelontongan. Beberapa warung kecil ada yang tidak mempunyai stoknya. Sedang warung lain tawarkan harga beragam.

“Ada yang sampai Rp17 ribu per kg (kg) ada pula yang sampai Rp20 ribu per kg,” katanya.

2. Gula pasir dari pasar harga tambah mahal

Selain itu, sala satu customer yang lain, Susi Indriani menjelaskan, ia memang sempat kesusahan cari gula pasir. Selanjutnya ada salah satunya toko yang jual gula pasir biasa serta gula yang telah dibungkus rapi seperti yang dipasarkan minimarket.

Menurut dia, sang penjual sendiri yang menyebutkan harga gula pasir biasa tambah mahal saat ini. Harga dapat sampai Rp17.500 per kg. Sedang untuk gula pasir yang dibungkus rapi harga masih di seputar Rp17 ribu per kg.

“Saya beli yang tambah murah lah jelas. Langsung beli dua kg sebab takut barangnya semakin sulit,” katanya.

3. Disperindag Jawa barat percaya pemerintah selekasnya kerjakan import gula

Kepala Dinas Perindustrian serta Perdagangan (Disperindag) Jawa barat Mohammad Arifin pastikan jika stock bahan keperluan inti selama ini masih aman. Serta untuk supermarket yang sudah disebutkan customer juga masih memiliki stock di gudang semasing.

Tetapi, satu produk yang stoknya mulai tipis ialah gula pasir. Keperluan gula cukup kurang sebab pembelian yang banyak sedang pengiriman di luar negeri untuk penuhi keperluan dalam negeri sempat terganggu.

Meskipun begitu, Arifin sudah lakukan pengaturan serta pastikan stock gula pasir akan ditambah mulai April. “Gula ini stock masih ada serta cukup sampai akhir Maret. Nah kan untuk April gula mulai masuk , jadi cocok habis stock saat ini akan ada penambahan bulan kedepan,” katanya.

Baca Juga : Launching WHO: Ini 7 Langkah Jauhi Penebaran Virus Corona di Tempat Kerja

4. Peluang kerjakan penetapan pembelian

Selama ini warga yang lakukan pembelian dalam jumlahnya banyak lebih pada baran mengonsumsi seperti beras, gula, telur, mie instant, sampai minyak. Menurut dia, selama ini hanya karena ada satu supermarket yang ramai dibeli belumlah ada penetapan pembelian barang. Tetapi, bila memang insiden ini makin masif bisa saja penetapan akan dikerjakan.

“Jika contoh ada yang beli banyak serta diindikasi akan lakukan penumpukan kita akan batasi. Kita akan melihat kewajaran dalam pembelian sebab jika customer belinya tentu seperlunya.